Obat Penyakit Gula Darah

Umumnya mereka yang memiliki kadar gula dalam darah yang melebihi batas normal akan mengakibatkan pada penyakit pra diabetes. Bagi mereka yang sudah terdeteksi memiliki penyakit gula darah atau penyakit kencing manis atau penyakit diabetes mellitus beresiko tinggi pada infeksi dan luka pada kaki. Luka kecil pada kaki dapat menyebabkan luka yang lebih besar, bahkan jika tidak dirawat dapat menimbulkan gangren (pembusukan akibat luka). Jika parah, bagian kaki yang terkena infeksi dapat diamputasi untuk menghindari tersebarnya gangren ke jaringan lain.

Mereka yang mengalami luka kecil pada kaki yang diakibatkan pada kadar gula darah yang berlebih. Namun penyakit gula darah ini dapat dilakukan suatu pencegahan sebagai salah satu upaya dalam memperkecil resiko dari penyakit pra diabetes.

1. Pencegahan primer

Tujuannya untuk mencegah terjadinya diabetes mellitus. Untuk itu, faktor-faktor yang dapat menyebabkan diabetes mellitus perlu diperhatikan, baik secara genetik maupun lingkungan. Berikut hal-hal yang harus dilakukan dalam pencegahan primer :

- Pola makanan sehari-hari harus seimbang dan tidak berlebih
- Olahraga secara teratur dan tidak banyak berdiam diri
- Usahakan berat badan dalam batas normal
- Hindari konsumsi obat-obatan yang dapat menimbulkan diabetes mellitus

2. Pencegahan sekunder

Pencegahan sekundrer tujuannya adalah mencegah agar penyakit diabetes mellitus yang sudah timbul tidak menimbulkan komplikasi penyakit lain, menghilangkan gejala dan keluhan penyakit diabetes mellitus. Pencegahan sekunder meliputi deteksi dini penderita diabetes mellitus, terutama bagi kelompok yang berisiko tinggi terkena diabetes mellitus. Bagi yang dicurigai terkena diabetes mellitus, perlu diteliti lebih lanjut untuk memperkuat dugaan adanya diabetes mellitus.

Berikut hal-hal yang harus dilakukan dalam pencegahan sekunder :

- Diet sehari-hari harus seimbang dan sehat
- Menjaga berat badan dalam batas normal
- Usaha pengendalian gula darah agar tidak terjadi komplikasi diabetes mellitus
- Olahraga teratur sesuai dengan kemampuan fisik dan umur.

3. Pencegahan tersier

Pencegahan tersier bertujuan untuk mencegah kecacatan lebih lanjut dari komplikasi penyakit yang sudah terjadi. Berikut pencegahan yang dimaksud :

- Mencegah terjadinya kebuataan jika menyerang pembuluh darah mata
- Mencegah gagal ginjal kronik jika menyerang pembuluh darah ginjal
- Mencegah stroke jika menyerang pembuluh darah otak
- Mencegah terjadinya gangren jika terjadi luka.

Posted in Obat Penyakit Gula | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Tes Gula Darah

Gula diperlukan oleh tubuh untuk diubah menjadi energi/tenaga. Gula diperoleh tubuh melalui makanan terutama yang mengandung karbohidrat dan gula. Hampir semua makanan yang kita makan dapat diubah menjadi gula. Setelah masuk ke dalam tubuh, gula akan diedarkan ke seluruh sel tubuh melalui aliran darah. Kelebihan gula karena kurangnya aktivitas, akan disimpan oleh tubuh sebagai cadangan energi. Proses penyimpanan gula yang ada dalam darah dapat terjadi dengan bantuan hormone insulin yang dihasilkan oleh kelenjar pankreas. Sebaliknya bila gula dibutuhkan oleh tubuh (karena adanya suatu aktivitas) dan sementara belum ada masukan gula dari makanan, maka hormon glucagon akan merombak cadangan energi menjadi gula yang selanjutnya bisa digunakan untuk menghasilkan tenaga. Begitulah mekanisme pengaturan keseimbangan kadar gula di dalam tubuh manusia yang normal.

Penyakit gula atau yang disebut dengan penyakit diabetes mellitus ini dapat didiagnosis secara baik melalui pemeriksaan darah. Kriteria diagnosis diabetes mellitus diambil dari keputusan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yaitu berdasarkan kadar gula atau glukosa darah.

Diagnosis penyakit gula darah ini dapat ditetapkan dengan mengukur kadar glukosa darah ketika puasa dan 1-2 jam setelah meminum larutan glukosa 75 grm (tes toleransi glukosa oral).

Glukosa darah puasa adalah kadar glukosa darah setelah puasa semalaman, lebih dari 10 jam. Kadar glukosa darah puasa tinggi menunjukkan bahwa produksi insulin tidak mencukupi, meskipun hanya untuk kebutuhan tubuh yang bersifat basal atau dasar.

Glukosa darah sewaktu adalah kadar glukosa darah pada suatu saat yang dapat berubah sepanjang hari sesuai dengan jumlah karbohidrat yang dimakan.

Berikut beberapa parameter yang dapat digunakan untuk mendiagnosis penyakit gula yang merambah pada penyakit diabetes mellitus, sebagai berikut :

1. Seseorang dikatakan menderita penyakit diabetes mellitus apabila kadar glukosa darah ketika puasa lebih dari 126 mg/dl atau 2 jam setelah minum larutan glukosa 75 gr menunujukkan kadar glukosa darah lebih dari 200 mg/dl.

2. Seseorang dikatakan terganggu toleransi glukosanya, jika kadar glukosa darah ketika puasa mencapai 110-125 mg/dl atau 2 jam setelah minum larutan glukosa 75 gram menunjukkan kadar glukosa darah 140-199 mg/dl.

3. Seseorang dikatakan normal atau tidak menderita diabetes mellitus jika kadar glukosa darah ketika puasa kurang dari 110 mg/dl, kadar glukosa darah 1 jam setelah minum larutan glukosa 75 gram menunjukkan kadar glukosa darah kurang dari 180 mg/dl dn kadar glukosa darah 2 jam setelahnya kurang dari 140 mg/dl.

 

 

Posted in Obat Penyakit Gula | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Diabetes Atau Sakit Gula

Seringkah ada mengalami rasa lelah, haus, berat badan berkurang secara drastis, sering buang air kecil di malam hari, luka yang lama sembuh ? Bila jawabannya Ya, jangan anggap sepele, karena bisa jadi hal tersebut adalah tanda-tanda penyakit kencing manis atau diabetes mellitus atau penyakit gula.

Dewasa ini jumlah penderita diabetes terus bertambah di setiap pelosok dunia. Menurut survey yang dilakukan oleh WHO. Indonesia merupakan Negara dengan urutan ke 4  untuk jumlah penderita diabetes terbesar di dunia setelah India, Cina dan Amerika Serikat.

Diabetes merupakan suatu kondisi yang di alami seseorang jika di dalam darahnya terlalu banyak gula. Hal ini dapat terjadi karena adanya gangguan sekresi maupun fungsi insulin.  Setiap hari kita mengkonsumsi karbohidrat, protein, lemak, vitamin serta meineral yang harus diubah menjadi sumber energi, untuk itu dibutuhkan insulin. Insulin merupakan hormon yang dihasilkan kelenjar pancreas yang bekerja dengan cara membuka seluruh saluran yang ada sehingga memungkinkan glukosa dialirkan dari darah ke seluruh sel tubuh dimana energi dihasilkan, dan proses ini disebut metabolisme glukosa.

Pada penderita diabetes, pankreas tidak sanggup menghasilkan insulin sehingga makanan tidak dapat diubah menjadi energi, akibatnya kadar glukosa dalam darah menjadi meningkat.

Penyakit gula darah atau penyakit yang disebabkan oleh kadar gula darah yang melebihi kapasitas dari jumlah darah normal yang merupakan penyakit pra diabetes. Ketika seseorang divonis memiliki kadar gula darah berlebih yang menjadi tanda dari penyakit pra diabetes, kemudian merambah menjadi penyakit diabetes mellitus.

Ada 2 cara untuk mengetahui ada tidaknya penyakit diabetes mellitus yang ditandai naiknya kadar gula dalam darah pada seseorang. Pertama, pada pemeriksaan gula darah sewaktu (tanpa puasa) kadar gula darah lebih dari 200 mg/dl disertai dengan keluhan banyak kencing, perasaan haus dan penurunan berat badan. Kedua, bila masih ragu perlu dilakukan pemeriksaan kadar gula darah puasa ( minimal 8 jam) dan 2 jam setelah makan. Bila kadar gula darah puasa lebih dari 200 mg/dl dan kadar gula darah 2 jam setelah makan lebih dari 200 mg/dl, maka orang tersebut menderita diabetes mellitus.

Posted in Obat Penyakit Gula | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment